PDAM Wanua Wenang Kota Manado Luruskan Isu Miring Terkait Dokumen dan Pesangon Eks Karyawan PT Air

MANADO, Edisisatu.com, – Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Wanua Wenang Kota Manado akhirnya angkat bicara untuk meluruskan rumor liar yang beredar di publik, terkait pesangon dan pemusnahan dokumen eks karyawan PT Air.

“Sebelumnya, pada tanggal 29 Desember tahun 2021 yang lalu, penyidik Pidsus Kejati Sulut telah melakukan penyitaan barang bukti terkait kasus korupsi PT Air. Barang bukti berupa aset – aset yang di kuasai PT Air itu, kemudian di serahkan ke pihak Perusahaan Daerah Pembangunan Sulut (PDPS) milik BUMD Provinsi Sulawesi Utara,,” urai Direktur Utama (Dirut) PDAM Wanua Wenang Kota Manado, Mecky Taliwuna didampingi Kepala divisi SPI, Aswin Kasim, SH, , Selasa (22/8/2023) saat memberikan hak jawab di beberapa media online.

Lanjutnya, Setelah 10 bulan di awasi PDPS, Kejati Sulut menyerahkan pengelolaan operasional kepada PDAM Wanua Wenang Kota Manado yang juga milik BUMD Kota Manado

“Untuk pengelolaan operasional Kejati Sulut serahkan ke PDAM dan masih berstatus barang bukti titipan,” jelas Meicky Taliwuna.

Sementara dalam meluruskan pemberitaan terkait eks karyawan PT Air yang menuntut pesangonnya agar di bayarkan, dengan tegas Dirut PDAM Wanua Wenang Kota Manado, Meicky Taliwuna katakan,”Ketika pengelolaannya diserahkan ke PDAM, seluruh karyawan PT Air langsung mendaftar kembali untuk menjadi karyawan PDAM. Jadi statusnya mendaftar kembali bukan pengalihan karyawan,” lanjutnya

Ia juga menegaskan, jika para karyawan eks PT Air merasa dirugikan dengan keputusan serta ketetapan management baru PDAM Wanua Wenang Kota Manado tentang hak kewajiban para karyawan. Maka bisa menempuh jalur hukum lewat Pengadilan Hubungan Industrial ( PHI ).

“Di situ kita dengarkan ketetapan serta keputusan Hakim Edhock tentang aturan UU 13 tahun 2003 serta UU Cipta Kerja yang sudah di tetapkan sebagai UU ketenagakerjaan, ” ucap Meicky Taliwuna

Meicky Taliwuna juga membantah pihaknya menyimpan bahkan membakar berkas dari para karyawan, itu tidak benar.

“Semua berkas lama kami amankan di gudang dan jika ada karyawan yang menuntut berkas mereka, itu hanya selembar kertas yang disebut SK Surat Keputusan dan itu ada di tangan mereka,” tandasnya

(Opies)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *