LSM INAKOR Sulut Resmi Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Tanggul Pemecah Ombak di Bunaken

MANADO, Edisisatu.com, – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Independen Nasionalis Anti Korupsi (INAKOR) pada Senin (15/8/2023) yang lalu, resmi melaporkan proyek Rehabilitasi Tanggul Pemecah Ombak yang berada di Kelurahan Bunaken, Kecamatan Bunaken Kepulauan.

Proyek yang bersumber dari dana APBD Kota Manado Tahun 2022 dengan nilai kontrak Rp.932.900.000,00,- diduga tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak sesuai spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak.

Ketua LSM INAKOR Rolly Wenas S.Sos, melalui perwakilannya saat ditemui di Mako Polresta Manado mengatakan, berdasarkan laporan masyarakat serta investigasi yang dilakukan oleh LSM INAKOR, Sulut, diduga proyek – proyek Rehabilitasi Tanggul Pemecah Ombak tidak sesuai dengan ketentuan dan spesifikasi.

Ia mengatakan, dari fakta – fakta yang ditemui di lapangan bahwa, proyek yang dilaksanakan oleh CV. Sinar Karya Ivani diduga tanpa ada kajian yang matang sehingga pekerjaan pada struktur tidak sesuai dengan spesifikasi dan menyebabkan pekerjaan proyek baru selesai itu, sudah ada yang rusak.

Dari hasil penelusuran tim INAKOR didapati kondisi bagian atas yang sudah rusak (berlubang), pemasangan besi tidak sesuai dan batu yang tidak padat sehingga menimbulkan keretakan.

Parahnya lagi, informasi dari warga mengatakan bahwa pemasangan kaki ayam pada proyek tersebut dinilai asal – asalan sehingga masyarakat khawatir bila sewaktu – waktu pasangan batu tersebut ambruk.

Adanya kejanggalan dan dugaan tindak pidana dari pekerjaan tersebut dinilai sudah memenuhi unsur – unsur tindak pidana korupsi sesuai pasal 3 UU No.31 Tahun 1999.

“Berdasarkan fakta dan analisa hukum diatas, diduga disinyalir adanya tindak pidana korupsi atau pelanggaran peraturan pada hasil proyek tersebut. Olehnya, kami dari LSM INAKOR Sulut menyampaikan laporan atau aduan ke pihak Polresta Manado untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Diketahui proyek di Kepulauan Bunaken itu meliputi pembuatan tanggul, jalan, dan pemecah ombak di wilayah Pangalisani dengan menelan anggaran sebesar Rp.900 jutaan. Panjang tanggul yang dikerjakan oleh PUPR Kota Manado tersebut adalah 76 meter dengan waktu pengerjaan selama 6 minggu ditambah 6 bulan masa waktu pemeliharaan.

Sementara saat di konfirmasi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DPUPR Kota Manado, Paulus Titirloloby mengatakan, Informasi tersebut sudah dari lama saat Proyek itu selesai.

“Berita ini sudah lama dan tidak benar serta mengada – ngada. Pekerjaan sudah selesai dan sangat bermanfaat bagi masyarakat, jadi masyarakat mana yang   keberatan dengan pembangunan tanggul yang katanya tidak sesuai spek.” Tandas Paulus Titirloloby melalui WhatsApp.

 

(MI)

 

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *